Kamis, 24 April 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Persoalan Jakarta, Membangun Kepercayaan

Sandro Gatra | Hertanto Soebijoto | Sabtu, 24 Maret 2012 | 17:45 WIB
FACEBOOK
Basuki Tjahja Purnama (Ahok)

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta harus dapat membangun kepercayaan masyarakat untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Juli 2012. Seluruh calon tidak hanya sekadar memaparkan visi, misi, maupun program kerja.

M Qodari, peneliti Indo Barometer mengatakan, masalah yang dikeluhkan masyarakat di Jakarta masih sama, baik sebelum Pilkada tahun 2007 maupun menjelang Pilkada 2012, yakni banjir dan kemacetan. Seluruh pasangan tahu bagaimana mengatasi masalah itu dan relatif programnya sama.

"Persoalan Jakarta ini bukan persoalan kemarin sore. Fokus masyarakat sekarang lebih kepada kepercayaan, siapa kandidat yang dianggap memiliki kemampuan, ketegasan, dan mau bekerja untuk rakyat. Jadi persoalannya bukan sekadar penawaran program tapi membangun kepercayaan," kata Qodari di Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Berdasarkan hasil survei Indo Barometer bulan Februari 2012, kata Qodari, sebanyak 79,5 persen dari 800 responden menilai Jakarta semakin macet di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo alias Foke. Sebanyak 55,4 persen menilai Gubernur adalah pejabat yang paling bertanggungjawab atas kemacetan itu.

Adapun mengenai masalah banjir, sebanyak 49 persen responden menilai banjir di Jakarta tidak berubah. Bahkan, sebanyak 31,5 persen responden menilai Ibu Kota semakin bertambah banjir.

Hal senada dikatakan bakal calon Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Menurut dia, Jakarta adalah provinsi yang memiliki paling lengkap program pembenahan. Banyak ahli telah menjabarkan solusi untuk mengatasi problem klise Jakarta. Namun, perubahan tak terealisasi.

"Untuk membangun bangsa harus ada saling kepercayaan. Bagi pemilih, dahulukan mana yang paling bersih, transparan, dan profesional di atas suku, agama, ras, dan golongan. Kalau ditemukan Pak Alex Noerdin lebih bersih, transparan, dan profesional dari saya, yah pilihlah beliau, jangan pilih saya," kata Ahok.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved