Selasa, 2 September 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Mengatasi kemacetan

Meneruskan sistem Pola Transportasi Makro yang digagas pada masa Gubernur  Sutiyoso.

  • Menyelesaikan busway hingga 15 koridor. Namun, untuk busway, koridor yang padat akan diubah menggunakan railbus.
  • Meneruskan monorel dan MRT.
  • Merevitalisasi ngkutan umum dengan sistem hibah. Jadi, yang lama diganti yang baru. Dengan perbaikan angkutan umum ini, diharapkan masyarakat akan mau berpindah ke angkutan umum.

 

Mengatasi banjir

  • Akan melebarkan sungai dengan merelokasi penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Relokasinya harus melalui pendekatan terhadap warga. Jangan sampai disusupi kepentingan politik lain.
  • Mewajibkan rumah-rumah di Jakarta dan gedung-gedung di Jakarta membuat sumur resapan. Selain itu, bekerjasama dengan daerah mitra untuk membuat tempat tampungan air.

 

Mengatasi masalah premanisme

Melakukan pendekatan sosial kepada pihak-pihak tersebut. Contoh yang pernah dilakukan Jokowi adalah datang langsung kepada mereka, sehingga mereka merasa dianggap. Kemudian berbicara apa saja yang dapat dilakukan bersama dalam sebuah kota.

 

Mengatasi masalah menjamurnya mal dan minimarket

Kalau malnya diperuntukkan untuk shelter para pedagang kaki lima, ya tidak apa-apa. Itu memang rencana Jokowi, yaitu merelokasi para PKL  agar mendapat tempat berdagang yang layak dan tanpa ada pungutan liar. Namun pembangunan mal ini juga harus melihat konsep tata ruang. Jika tidak sesuai dengan konsep tata ruang, ya tidak boleh dibangun di situ.

 

Mengatasi  trotoar dan pedestrian

Akan menatanya agar lebih baik dan akan melihat dulu kondisinya di lapangan.

 

Mengatasi ormas anarkis yang meresahkan warga DKI

Harus ada intervensi sosial dengan pendekatan kelompok.

 

Mengatasi masih banyaknya angka anak putus

Jokowi sudah menyiapkan kartu khusus untuk para siswa yang kurang mampu seperti yang sudah dilakukan di Solo. Jokowi juga akan mengajak sekolah-sekolah untuk mau bekerjasama. Nanti akan dilihat juga apakah siswa tersebut benar layak menerima kartu tersebut atau tidak. Di Solo, memang belum sepenuhnya selesai program ini. Namun dengan anggaran pendidikan di Jakarta yang cukup besar, ini diharapkan bisa terwujud di Jakarta.

 

Apa yang akan Anda lakukan dengan museum-museum di Jakarta yang belum mampu menyumbang sektor Pariwisata secara signifikan.

Tentunya harus ada renovasi dan restorasi. Jangan malah dihancurkan baik museum atau bangunan cagar budaya. Anggarannya ada untuk itu.

“Dejavu” Pilkada Jakarta di Pilkada Jabar?
Palti Hutabarat
Senin, 18 Februari 2013 | 20:35 WIB

Jokowi Nyapres, Islamis-Fundamentalis-Wahabis Blingsatan?
Sutomo Paguci
Minggu, 17 Februari 2013 | 11:51 WIB








Wilayah Anda:
Penyandang cacat
Pemilih di Rumah Sakit
Konpers Foke-Nara
Foke-Nara Dua Putaran
Jokowi Ahok Teratas
Polisi Pilkada DKI Jakarta Tanah Merah
Anas nyoblos pilkada
Kaos Berkumis
TPS Penuhi Jalan
Jalan Dijejali TPS

Foto Lainnya

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved