Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Inilah Program 100 Hari Jokowi-Basuki

Kurnia Sari Aziza | Heru Margianto | Sabtu, 22 September 2012 | 21:25 WIB
Dibaca:   Komentar:
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Calon Gubernur, Fauzi Bowo (kiri), Joko Widodo (tengah), dan calon Wakil Gubernur (kanan), melakukan debat calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta, Minggu (16/9/2012). Pasangan pasangan Foke-Nara, bersama pasangan Jokowi-Ahok, melaju ke putaran kedua pilkada DKI Jakarta, yang akan berlangsung pada 20 September mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang unggul dalam hasil penghitungan cepat oleh beberapa lembaga survei, memiliki target kerja pencapaian dalam 100 hari kepemimpinan mereka. Basuki mengungkapkan, ia dan Jokowi akan banyak terjun langsung ke bawah.

"Kami menargetkan warga Jakarta bisa merasakan pelayanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melayani masyarakat. Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui transparansi anggaran," kata Basuki, di Jakarta, Sabtu (22/9/2012).

Untuk Pegawai Negeri Sipil Balaikota, pasangan Jokowi-Basuki akan mengkaji rencana memakai baju daerah dalam hari tertentu. "Misalnya saja hari Jumat pakai batik nasional, hari Sabtu pakai jeans bebas, hari Kamis pakai pakaian daerah. Memakai pakaian daerah itu ada peraturannya, loh. Kemudian, Senin pakai seragam linmas, Selasa Rabu pakai seragam cokelat. Baju seragam Pemda itu seharusnya bisa murah," kata Basuki.

Sementara itu, masyarakat juga dipastikan akan mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak. "Diharapkan tidak akan ada lagi pungutan-pungutan liar dan ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah karena ketidakmampuan membayar uang sekolah. Pejabat pemerintah yang tidak bisa mengikuti pola pelayanan masyarakat akan ditindak tegas seperti yang dilakukan Pak Jokowi di Solo," kata Basuki.

Dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, akan dilakukan penyempurnaan transportasi makro. "Tapi yang lebih penting kami lakukan dalam waktu dekat mungkin menyatukan Deputi Gubernur dari tata ruang dengan perhubungan. Kami sedang mengkaji apakah Dinas Perhubungan harus disatukan dengan Dinas Pekerjaan Umum," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Proyek-proyek lainnya di bidang transportasi seperti monorail dan Mass Rapid Transit (MRT) juga akan dilanjutkan. "Akan dilakukan penyempurnaan supaya lebih cepat terealisasi. Termasuk soal investor yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut. Kami akan kaji kemampuan dan keuangan. Untuk MRT khususnya, membutuhkan trasparansi. Apakah teknologinya seperti itu atau tidak, itu yang akan kita lakukan," katanya.

Selain itu, Jokowi-Basuki juga akan menambah 1.000 bus Transjakarta agar target peningkatan penumpang setiap tiga menit bisa tercapai. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak swasta.

Di bidang ekonomi, pasar tradisional akan diperbanyak. "Beberapa lahan akan digunakan untuk membangun pasar tradisional yang jumlahnya masih kurang," kata Basuki.

Seperti yang diketahui, berdasarkan penghitungan cepat, pasangan Jokowi-Basuki berhasil mengalahkan calon petahana Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Hasil penghitungan cepat Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Basuki unggul dengan 53,26 persen, sedangkan Foke-Nara mengumpulkan suara 46,74 persen. Sementara, menurut penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia, Jokowi berhasil menangguk suara 53,81 persen, lebih unggul dari pasangan Fauzi yang hanya mendapat 46,19 persen suara.

Hasil hitung cepat Litbang Kompas dan berita-berita lain terkait Pilkada DKI Jakarta dapat dilihat di Liputan Khusus Jakarta1.

 

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved