Minggu, 21 September 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Marzuki Alie Sulit Prediksi Kemenangan Foke

Icha Rastika | Laksono Hari W | Kamis, 20 September 2012 | 13:01 WIB
Dibaca:   Komentar:
KOMPAS.COM/ ICHA RASTIKA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie mencoblos calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di tempat pemungutan suara di sekitar kediamananya di kelurahan Kebon Pala,Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (20/9/2012)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie sulit memprediksi siapa pasangan calon yang bakal memenangkan pemilihan kepala daerah (Pemilkada) DKI Jakarta 2012 putaran kedua. Menurut Marzuki, masing-masing calon memiliki kekuatan yang beda tipis.

Marzuki mengatakan, pemenang kali ini akan sulit diprediksi karena jumlah penduduk yang belum menentukan pilihan terlampau banyak. "Agak susah prediksi karena yang belum memutuskan terlalu besar. Kalau relatif kecil, kita bisa prediksi polling itu," kata Marzuki saat ditemui di kediamannya, Kamis (20/9/2012).

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang bertarung dalam Pemilkada putaran kedua ini adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Marzuki memperkirakan presentase perbandingan perolehan suara dua pasangan calon tersebut bakal beda tipis, yakni 41:59.

Meskipun secara keseluruhan sulit memprediksi kemenangan Foke-Nara, Marzuki mengaku optimistis pasangan calon yang diusung partainya itu akan memenangkan perolehan suara, setidaknya di lingkungan tempat tinggal Marzuki di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. "Insya Allah di sini menanglah," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Marzuki mengatakan, ia sudah ikut berjuang menghimpun dukungan warga sekitar. Sebelum pemungutan suara putaran kedua, Marzuki sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bukan hanya di sekitar tempat tinggalnya, Marzuki juga sudah mengadakan pertemuan dengan organisasi-organisasi masyarakat di DKI Jakarta, termasuk massa pendukung calon yang kalah dalam putaran pertama.

"Saya berharap menang se-DKI lah. Sudah kerja keras kok. Sudah banyak saya ketemu masyarakat, terakhir LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), masyarakat Tionghoa se-DKI Jakarta, ada 2.000-an. Ada menggerakkan, mesinnya guru-guru ngaji, saya bina. Jaringan santri, saya gerakkan," ujarnya.

"Saya gerakkan juga rekan-rekan muda NU, ada Koordinator Keluarga Harapan, kemudian Asosiasi Pedagang Kaki Lima DKI Jakarta, aktivis pergerakan wanita, masyarakat yang kemarin dukung Alex Noerdin. Mudah-mudahan ada perubahan sih," tambah Marzuki.

Dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, perolehan suara Foke-Nara kalah dibanding Jokowi-Basuki. Foke-Nara meraih 34,05 persen suara, sedangkan Jokowi-Basuki mendapatkan 42,60 persen.

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved