Jumat, 25 April 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Putaran Kedua, Jokowi Tak Mau "Grasak-grusuk"

Riana Afifah | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 20 September 2012 | 00:24 WIB
Dibaca:   Komentar:
KOMPAS.COM/M Wismabrata
Joko Widodo saat santai di rumah dinasnya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam kesempatan menghadiri acara Soegeng Sarjadi Awards, calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menanggalkan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khasnya dan terlihat mengenakan kemeja batik. Dia tak ingin nanti dikira melakukan kampanye terselubung.

"Ini kan masa tenang. Nanti kalau saya pakai baju kotak-kotak dikira mau mempengaruhi," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Ia juga menambahkan bahwa dirinya baru sampai hari ini di Jakarta untuk kemudian ikut memantau pelaksanaan putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 pada Kamis (20/9/2012). Selama kedatangannya ini, ia lebih memilih untuk berkumpul dengan jaringannya dan berdoa bersama.

Bahkan, saat menerima penghargaan khusus dari Soegeng Sarjadi School of Government, ia menolak untuk berpidato panjang lebar mengingat masa tenang pada Pilkada DKI Jakarta. Ia hanya naik ke podium untuk menerima penghargaan dan berterima kasih.

"Kan saya sampaikan, ini hari tenang. Jadi kalau hari tenang itu harus tenang. Jangan grasak-grusuk," jelas Jokowi.

Ketika ditanya apakah saat pemungutan suara esok dirinya akan kembali menggunakan kemeja kotak-kotaknya, ia menjawab dengan mantap bahwa kostum khasnya tersebut akan kembali dipakainya. "Ya iyalah. Saya akan pakai kotak-kotak besok," ungkapnya.

Seperti diketahui, Joko Widodo yang masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta didapuk oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama, ia berhasil unggul dan lolos ke putaran kedua untuk kembali melawan pasangan petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved