Kamis, 24 Juli 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Jokowi: Cegah Korupsi, Rombak Sistem Anggaran

Riana Afifah | Benny N Joewono | Jumat, 14 September 2012 | 21:32 WIB
Dibaca:   Komentar:
SABRINA ASRIL
Dua Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo dan Fauzi Bowo.

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjelaskan, jika terpilih, dirinya akan melakukan manajemen kontrol yang lebih ketat terhadap anggaran yang ada di pemerintahannya.

Dengan demikian, korupsi dalam pemerintahannya dapat ditekan. "Jelas waktu itu berdasarkan PPATK Jakarta dikatakan sebagai kota yang korupsinya paling tinggi," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Ia menegaskan bahwa APBD Jakarta yang cukup besar tidak menghasilkan dampak yang bagus bagi masyarakat.

Untuk itu, ia akan melakukan perombakan sistem anggaran yang ada di Jakarta sehingga memiliki dampak yang positif dan bukan masuk kantong para birokrat.

"Kami akan merombak sistem anggaran. Tidak ada lagi anggaran-anggaran yang kecil," ungkap Jokowi.

"Anggaran yang kecil ini dimampatkan jadi satu anggaran yang besar saja sehingga akan lebih mudah dikontrol," imbuhnya.

Meski lebih mudah dikontrol, ia menegaskan bahwa manajemennya tetap harus jelas dan diperketat.

Namun, akumulasi anggaran besar ini jauh lebih baik daripada mempertahankan anggaran kecil tapi susah diawasi sehingga terjadi kebocoran yang besar pada anggaran yang semestinya untuk masyarakat.

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved