Minggu, 26 Oktober 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Marzuki Alie: Politik Uang Akan Masuk Neraka

Riana Afifah | Laksono Hari W | Kamis, 13 September 2012 | 21:59 WIB
Dibaca:   Komentar:
KOMPAS/LASTI KURNIA
Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Marzuki Alie mengatakan bahwa praktik politik uang atau money politic itu haram hukumnya. Terlebih lagi saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mengharuskan seorang pemimpin harus jujur dan tidak berbuat curang.

"Nanti akan ada fatwa soal money politic bahwa itu haram hukumnya. Siapa yang suap-menyuap akan masuk neraka," kata Marzuki saat Deklarasi Kampanye Damai di Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Untuk itu, ia meminta kepada kedua pasang calon yang akan bertanding pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta untuk tidak menghalalkan segala cara demi memperoleh tampuk kepemimpinan Ibu Kota.

Ia menambahkan bahwa Pilkada harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Tidak hanya itu, ia juga meminta agar warga tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang bermunculan. Ia mengimbau agar Pilkada tetap berlangsung dalam kondisi aman dan damai mengingat Pilkada DKI Jakarta merupakan tolok ukur bagi daerah lain. "Tidak ada itu money politic. Tidak ada itu gesekan karena isu SARA. Pilkada harus luber dan jurdil," kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Pada saat putaran pertama, Juli lalu, praktik money politic masih menjadi isu dalam perjalanan demokrasi di Jakarta. Meski banyak warga yang mengaku tidak tergoda dengan politik uang, pengawasan tetap tidak boleh longgar sehingga pesta demokrasi lima tahunan ini tetap jujur dan adil.

© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved