Rabu, 17 September 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Jokowi-Ahok Didukung 100 Persen Warga Tionghoa

Sabrina Asril | Tri Wahono | Rabu, 11 Juli 2012 | 21:28 WIB
KOMPAS.com/ ALI SOBRI
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 059 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok, berada di posisi teratas dalam exit poll yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Exit poll dilakukan dengan metode wawancara terhadap 2 pemilih. Para pemilih yang dipilih menjadi responden dalam exit poll tersebar di 410 tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta.

Dari hasil wawancara itu diketahui bahwa warga yang mengaku memilih Jokowi-Ahok mencapai 42,6 persen, Foke-Nara 33,6 persen, dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 11,9 persen. Selain itu, di peringkat selanjutnya yakni Faisal Basri-Biem Benyamin 4,9 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 4,8 persen, dan Hendardji Soepandji-Riza Patria 2,1 persen.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat LSI. Direktur Utama LSI, Saiful Mujani, mengatakan bahwa basis dukungan Jokowi-Ahok paling solid berasal dari etnis Tionghoa.

"Jokowi-Ahok mendapatkan dukungan penuh dari warga dengan etnis Tionghoa," ucap Saiful, Rabu (11/7/2012), di kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat.

Dari hasil exit poll LSI, dukungan Jokowi-Ahok yang didapat dari warga dengan etnis Tionghoa bulat 100 persen. Sementara, dari etnis Jawa mencapai 55,9 persen.

Sebagaimana diketahui, pasangan Jokowi-Ahok memiliki kultur yang kuat di kedua etnis itu. Jokowi lahir dan besar di Solo, Jawa Tengah. Sementara Ahok memang keturunan Tionghoa.

Sedangkan kandidat Foke-Nara basis dukungannya didapat dari etnis Betawi 48,3 persen dan Sunda 43,1 Persen.

Jika dilihat dari demografi pemilih berdasarkan agama, kandidat Jokowi-Ahok disokong 77,1 persen pemilih beragama Protestan dan 76,9 persen pemilih beragama Katolik.

"Jokowi-Ahok ini terlihat menarik keberagaman di masyarakat Jakarta. Kalau dia mampu menarik 100 persen warga Tionghoa, itu sudah dapat 15 persen suara di DKI," papar Saiful.

Hal lainnya yang membuat dukungan Jokowi-Ahok meningkat drastis saat pemilihan adalah mesin parpol yakni PDI-P. Pasalnya, pasangan ini awalnya sulit menembus kalangan masyarakat kelas bawah yang dikuasi Foke-Nara.

"Tapi PDI-P dengan massa di bawahnya ternyata bergerak dan akhirnya kalangan ini sudah berhasil masuk ke kalangan bawah," pungkas Saiful.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved