Sabtu, 29 November 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Ada Cagub-Cawagub DKI Jakarta Nomor Urut 7

Galih Prasetyo | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Jumat, 6 Juli 2012 | 16:57 WIB
KOMPAS.COM/GALIH PRASETYO
Pasangan yang mendeklarasikan diri dan mengaku sebagai Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 7, Dali Mahdali (43) dan Kunto Saktiaji (44) di Jl.Sungai Berantas, RT.6 RW 1 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Foto:
1 2

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pilkada yang akan diselenggarakan pada 11 Juli 2012 mendatang, ada yang unik di Jalan Sungai Berantas, RT 6 RW 1 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Tokoh masyarakat setempat mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 7.

Mereka adalah cagub-cawagub Dali Mahdali (43) dan Kunto Saktiaji (44). Saat ditanya apa tujuannya melakukan hal itu, mereka mengaku ingin memberikan semacam tamparan atau sindiran kepada enam pasang cagub-cawagub yang bertarung di gelanggang untuk memperebutkan DKI-1.

"Kami ingin memberikan motivasi bahwa membenahi Jakarta tidak semudah seperti apa yang mereka katakan di dalam kampanye," kata Dali, Jumat (6/7/2012).

Dali mengatakan, enam pasangan cagub-cawagub yang kini ada terlalu mengumbar janji, seperti menuntaskan banjir dan kemacetan. "Banjir itu karena hujan. Nah, menghentikan hujan itu cuma bisa dilakukan oleh pawang hujan," gurau Dali.

Sementara Kunto mengatakan, apa yang mereka lakukan merupakan gerakan moral sekaligus harapan. Dia menyesali pertarungan pilkada yang sekarang berlangsung cenderung tidak sehat lantaran banyaknya pertikaian yang dipicu oleh pilkada.

Apalagi, keenam pasang kandidat, menurut Kunto, merasa paling benar semua. "Harapannya sih, sebetulnya mengingatkan atau mengimbau agar mereka yang maju menjadi cagub-cawagub DKI Jakarta tidak menghalalkan segala cara," ujar Kunto.

Dali-Kunto mengusung tagline "Memasyarakatkan Korupsi dan Mengkorupsikan Masyarakat". Salah satu spanduk mereka terpasang lebar di persimpangan antara Jalan Kapuas dan Jalan Sungai Brantas, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.

Spanduk yang baru saja dipasang dini hari tadi itu bertuliskan, "Jangan Pilih Gua...! Gua Pasti Korupsi. Masalah Banjir dan Macet, Loe Pikir Gua Pawang Ujan dan Tukang Parkir. Rakyat Miskin, Pasti Makin Sengsara. Bodo Amat Lah...!"


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved