Jumat, 24 Oktober 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Pilih Foke pada Pilkada 2007, Golkar Akui Salah Langkah

Sabrina Asril | Heru Margianto | Selasa, 26 Juni 2012 | 14:07 WIB
Kompas.com/ Sabrina Asril
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Alex Noerdin-Nono Sampono, saat menyantap makan di nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/4/2012) silam.

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golongan Karya (Golkar) memutuskan mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin dan Nono Sampono, pada Pilkada 2012 ini. Keputusan Golkar mendukung pasangan calon nomor urut 6 itu merupakan salah satu bentuk kekecewaan atas pilihan sebelumnya, yakni Fauzi Bowo-Prijanto, yang dianggap tidak memberikan perubahan pada Jakarta.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Selasa (27/6/2012), saat menjadi juru kampanye Alex-Nono di Jalan Raya Pasar Minggu Km 17, Jakarta Selatan. "Saat itu Pak Fauzi Bowo masih wagub, lalu dia punya visi untuk maju sebagai gubernur. Tapi setelah jalan 5 tahun, hal-hal yang disampaikannya tidak terwujud. Itu jadi pertimbangan utama tidak mendukung lagi Fauzi Bowo. Kami ingin satu kata dan perbuatan," ujarnya.

Ia mencontohkan, kata-kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo yang tidak terealisasi adalah janji mengatasi banjir dan macet Ibu Kota. "Ini bukan hanya Golkar yang kecewa, tapi seluruh rakyat Jakarta. Kami minta rakyat berani menyuarakan itu, jangan ditutupi," papar Idrus.

Slogan Foke saat Pilkada lalu yakni "Serahkan kepada Ahlinya", menurut Idrus, juga tidak tepat mengingat masih menggunungnya persoalan Jakarta. "Kami ingin calon yang sesuai kata dan perbuatannya. Kami akhirnya tidak lagi mendukung calon bersangkutan karena ternyata bukan dialah ahlinya," tukas Idrus di hadapan puluhan warga Pasar Minggu.

Dengan pertimbangan itu, kata Idrus, Golkar mengalihkan dukungan kepada pasangan calon Alex Noerdin-Nono Sampono pada pilkada tahun ini. "Golkar mencalonkan Alex-Nono karena beliau ini memberikan kenyataan, bukan sekadar janji. Beliau telah punya track record," imbuh Idrus.

Alex, lanjutnya, sudah melakukan program pendidikan dan kesehatan gratis sejak menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin pada tahun 2002. Selanjutnya, setelah terpilih sebagai Sumatera Selatan, seluruh warga wong kito galo pun mendapat fasilitas pengobatan dan pendidikan gratis mulai tahun 2008.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved