Minggu, 23 November 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

PPNUI Membelot ke Foke, Tim Alex-Nono Santai

Sabrina Asril | Benny N Joewono | Rabu, 13 Juni 2012 | 20:58 WIB
DOK.KOMPAS.com
Fauzi Bowo dan Alex Noerdin

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) memutuskan mengalihkan dukungannya kepada pasangan cagub-cawagub DKI, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Padahal, saat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta sebelumnya, partai ini menyatakan dukungannya untuk kandidat Alex Noerdin-Nono Sampono.

Terkait penarikan dukungan dari PPNUI itu, tim pemenangan Alex-Nono mengaku tak mempermasalahkannya.

Anggota tim sukses Alex-Nono dari Partai Golkar, Fatahillah Ramli, mengatakan PPNUI bersama 14 partai kecil lainnya sebenarnya sudah meneken kontrak politik untuk mendukung pasangan nomor urut 6 itu.

Namun, entah mengapa tiba-tiba tim Alex-Nono dikagetkan dengan berita soal penarikan dukungan PPNUI.

"Tidak ada komunikasi apa-apa. Kami tahunya dari media," ucap Fatah, Rabu (13/6/2012), saat dijumpai di posko pemenangan Alex-Nono, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Kendati sama sekali tidak diberitahukan, Fatah menyatakan pihaknya tak akan mempermasalahkan sikap yang diambil PPNUI. Pasalnya, Fatah yakin suara dukungan kepada Alex-Nono tidak akan berpengaruh dengan perginya PPNUI.

"Tidak masalah. Kalau PPNUI tidak ada, paling hanya menghilangkan 10-12 suara konstituen. Kalau dia merasa sudah besar, harusnya dia masuk partai di parlemen, tapi ini kan tidak," ucap Fatah.

Mantan tim sukses Jusuf Kalla saat Pilpres tahun 2009 itu pun menuding PPNUI tidak cermat melihat momentum. Menurutnya, jika PPNUI ingin menjadi partai besar seharusnya dia bergabung dengan tim Alex-Nono yang disebutnya akan memenangi pertarungan Pilkada.

"Mereka sepertinya hanya punya mental relawan, bukan mental tim sukses. Mental relawan itu hanya sekadarnya yang bisa, tapi mental tim sukses harus menang," imbuh Fatah.

Sebelumnya, Ketua DPW PPNUI DKI Jakarta, Zawawi Suat, mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan dukungan pada Alex Noerdin dan Nono Sampono.

Ia juga menambahkan bahwa setelah rapat pleno terkait dukungan kandidat calon gubernur pada 5 April lalu, partainya bulat mendukung pasangan Foke-Nara.

"Jadi saat itu ada konflik internal yang harus diselesaikan. Setelah ada islah, baru ditentukan dukungan ini," kata Zawawi.

Ia mengungkapkan saat itu PPNUI memiliki dua Ketua Umum, yaitu Andi William dan Yusuf Humaidi. Dukungan pada pasangan Alex-Nono ini diberikan oleh Saeful Rizal yang merupakan Sekretaris Jenderal PPNUI di bawah Yusuf Humaidi pada saat dualisme kepemimpinan.

"Penetapan itu tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga," kata Zawawi.

Namun, kedua ketua umum tersebut kemudian melakukan islah dengan putusan Ketua Umum dijabat oleh Yusuf Umaidi dan Sekretaris Jenderal dijabat Andi William berdasarkan surat Kementerian Hukum dan HAM.

Lantaran hal ini, dukungan untuk Alex Noerdin dan Nono Sampono dianggap tidak sah. Saat ini, PPNUI telah mengirimkan surat penarikan dukungan pada Alex Noerdin dan Nono Sampono kepada KPU Provinsi DKI Jakarta.

Bahkan, ia menegaskan bahwa sejak 2007 sampai sekarang, PPNUI sudah mendukung Fauzi Bowo.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved