Kamis, 30 Oktober 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Jokowi: Wajar Kepala Daerah Ikut Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Sri Rejeki | Robert Adhi Ksp | Rabu, 28 Maret 2012 | 12:44 WIB
TRIBUN JAKARTA/FX ISMANTO
Bakal Calon Gubernur DKI Joko Widodo, ngetop dengan nama Jokowi, sekarang masih menjabat Walikota Solo, Minggu (25/3/2012) jalan jalan menaiki Busway TransJakarta dari Terminal Blom M, Koridor I menuju Terminal Kota, Jakarta.

SOLO, KOMPAS.com — Wali Kota Solo Joko Widodo menilai wajar munculnya kepala daerah yang ikut atau bahkan memimpin unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak

Menurutnya, jika memang pemerintah telah merencanakan menaikkan harga BBM, semestinya kepala daerah diberi tahu sejak jauh hari.  

"Supaya kami bisa mempersiapkan diri lewat anggaran daerah untuk membantu memberdayakan masyarakat kami. Kalau sekarang mau masukkan anggaran di perubahan, ya, sudah terlambat meski bisa-bisa saja," kata Jokowi, panggilan Joko Widodo seusai menghadiri pembukaan Seminar and Workshop on Financial Inclusion "Affordable Financial Access for All" di Hotel Novotel, Solo, Rabu (28/3/2012).  

Kepala daerah ikut unjuk rasa dinilainya sebagai ekspresi 'gemas' karena tidak bisa sejak jauh hari mengambil langkah untuk mendorong ekonomi masyarakat yang akan melemah dengan adanya kenaikan harga BBM.

Menurut Jokowi, pemerintah daerah punya tugas untuk melindungi rakyatnya. Jika diberi tahu lebih awal, pemerintah daerah akan dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam membantu masyarakatnya menghadapi kenaikan harga BBM.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved