Jumat, 28 November 2014
Selamat Datang   |    Register   |  

Mau Berwisata ke Sumba Barat? Simak Dulu Tipsnya...

Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Jumat, 16 Maret 2012 | 07:58 WIB
KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F
Peserta Pasola bersorak karena berhasil mengenai lawan dengan lembing yang dia lempar. Tradisi Pasola ini berlangsung di Laegalang, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/3/2012).
Foto:
1 2 3 4

KOMPAS.com – Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur terdiri dari empat kabupaten yaitu Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Namun, dari keempat kabupaten ini, pariwisata paling berkembang di Sumba Barat. Pasalnya, Sumba Barat memiliki agenda wisata tahunan yang sudah dikenal di mancanegara yaitu Festival Pasola.

Festival Pasola menjadi incaran turis asing dan turis domestik, terutama para fotografer dan pecinta wisata budaya. Festival tahunan tersebut menampilkan adu ketangkasan antar kampung dengan menunggang kuda sambil melempar lembing ke lawan sampai lawan berdarah.

Perayaan ini sebenarnya untuk menyambut masa panen dan memprediksi hasil panen. Semakin banyak darah peserta yang keluar saat Pasola, masyarakat setempat percaya hal itu berarti hasil panen berlimpah.

Jika Anda tertarik melihat Festival Pasola atau sekadar berwisata ke Sumba Barat, berikut tips yang perlu Anda ketahui sebelum merencanakan berlibur ke Pulau Sumba.

Transportasi menuju Sumba Barat. Cara termudah adalah dengan naik pesawat ke Bali atau ke Kupang. Kemudian dilanjutkan penerbangan menuju Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya.

Cara lain adalah dengan melalui jalur darat. Jika Anda dari Indonesia bagian barat, bisa naik bus sampai ke Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Kemudian lanjutkan dengan feri dari Pelabuhan Sape menuju Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya.

Setelah sampai di Sumba Barat Daya, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Sumba Barat melalui jalur darat. Anda bisa menyewa mobil, naik bus, atau travel.

Sewa mobil mulai dari Rp 500.000 sudah termasuk bensin dan sopir, serta bisa digunakan untuk berkeliling. Sedangkan naik travel (menggunakan mobil APV, Kijang, atau Panther) sekitar Rp 50.000.

Naik bus dari Sumba Barat Daya di kisaran tarif tidak sampai Rp 10.000. Pilihan lain adalah naik motor ojek. Dari Sumba Barat Daya kurang dari satu jam dengan motor menuju Waikabubak, ibu kota Sumba Barat.

Alternatif lain menuju Sumba Barat adalah melalui Sumba Timur. Di Sumba Timur terdapat Bandara Mauhau. Ambil jalur ini, jika Anda datang dari Kupang. Kisaran harga untuk travel dan sewa mobil sama dengan dari Sumba Barat Daya. Sementara bus, harganya lebih mahal yaitu sekitar Rp 25.000 karena jaraknya lebih jauh.

Waktu tempuh dari Sumba Barat Daya ke Sumba Barat sekitar satu jam dengan mobil. Sedangkan dari Sumba Timur bisa mencapai tiga jam.

Transportasi di Sumba Barat. Motor ojek mudah Anda dapatkan di Sumba Barat. Cari saja di sepanjang jalan atau dekat pasar. Bisa juga minta bantuan pihak hotel.

Cara paling mudah adalah menyewa mobil lengkap dengan sopir. Harga sekitar Rp 500.000 per hari, sudah termasuk bensin. Ada pula bemo lintas kecamatan. Jika Anda ingin naik bemo untuk berkeliling, bisa mencarinya di terminal dekat Pasar Inpres Waikabu.

Carilah bemo dengan rute yang Anda inginkan. Namun, bemo di setiap rute berjumlah sedikit. Sehingga bemo baru jalan setelah penuh. Bersiap desak-desakan karena jika penuh, penumpang bisa naik sampai ke atas bemo. Serunya, bemo di Sumba seperti di Kupang, full music.

Akomodasi. Di Sumba Barat hanya ada hotel-hotel melati. Sebagian besar berada di Waikabubak. Pilihan hotel yang direkomendasi adalah Hotel Aloha dan Hotel Karanu di Jalan Sudirman. Ada pula Hotel Pelita di Jalan Ahmad Yani. Lalu Monalisa Cottages di Jalan Raya Waikabubak dan Hotel Manandang di Jalan Pemuda.

Dua hotel yang disebut terakhir memiliki fasilitas AC di kamar. Memang, hotel-hotel melati di Sumba Barat rata-rata berkipas angin. Sementara kamar mandi berupa bak mandi, tanpa shower, dan tidak menyediakan air panas. Rata-rata tarif kamar hotel-hotel melati ini di atas Rp 200.000 (non AC) dan di atas Rp 300.000 (AC).

Ada juga hotel berbintang berkonsep resor seperti Nihi Watu Resort dan Sumba Nautil Resort. Harganya tentu saja jauh lebih mahal, yaitu Rp 1-12 juta. Alternatif lain adalah homestay di tepi pantai seperti Pantai Rua. Atau, menginap di rumah tradisional di beberapa kampung adat.

Kuliner. Jika wisata kuliner yang Anda incar, maka Sumba Barat bukanlah tempatnya. Di Sumba Barat sangat susah mencari warung atau rumah makan yang menjual makanan khas Nusa Tenggara Timur.

Makanan khas Sumba Barat tipikal menu sederhana seperti tumis bunga pepaya, ikan asin, atau ikan bakar. Untuk merasakan menu-menu ini, Anda bisa minta pihak hotel melati tempat Anda menginap untuk memasaknya. Biasanya beberapa hotel melati menjual menu makan siang maupun makan malam, namun baru dimasak jika ada tamu yang pesan.

Cara khas lainnya adalah membeli ikan segar di pasar dan membakarnya sendiri di tepi pantai. Sementara warung-warung yang mudah ditemukan adalah rumah makan Padang, warung bakso, warung sate, dan masakan khas Jawa. Sebagian besar warung makan, juga  toko-toko dan pom bensin tutup sebelum jam 9 malam.

Oleh-oleh. Toko suvenir masih jarang di Sumba Barat, hanya ada satu toko di Waikabubak. Namun, mudah saja berbelanja oleh-oleh di Sumba Barat. Anda cukup mendatangi pasar atau kampung adat. Di pasar dan beberapa kampung adat, menjual aneka kain tenun khas Sumba. Kain tenun menjadi produk oleh-oleh paling digemari. Kain tenun di kisaran harga Rp 20.000 sampai jutaan, tergantung besarnya kain.

Selain itu, Anda bisa membeli aneka kerajinan tangan khas Sumba seperti patung dari tanduk atau tulang kerbau sampai parang khas Sumba. Atau, gelang dari tanaman pisang serta aneka kalung.

Banyak juga penjual kain dan kerajinan tangan yang menjajakan dagangannya secara keliling. Mereka mudah ditemui di pinggir jalan. Banyak juga yang mampir ke hotel-hotel untuk menjajakan dagangan langsung ke tamu hotel.

Saat membeli, jangan lupa menawar dengan sopan. Namun, tawarlah jika memang Anda berniat membeli.

ATM. Ada tiga ATM (anjungan tunai mandiri) di Sumba Barat yaitu BNI, BRI, dan Bank NTT. Ketiganya berada di Waikabubak. ATM ini dilengkapi fasilitas untuk digunakan sebagai ATM bersama.

Internet dan Telepon Genggam. Akses internet hanya bisa didapat di warung internet. Sementara hotel-hotel tidak menyediakan akses internet kecuali di dua hotel berbintang yang ada di daerah ini.

Warung internet (warnet) di Sumba hanya ada sekitar empat. Dua yang terkenal adalah warnet Micronet di Jalan Ahmad Yani dan warnet di kantor Telkom. Harga per jam warnet di Jalan Ahmad Yani adalah Rp 6.000.

Akses internet di Micronet  lumayan cepat, hanya saja di hari Minggu buka tidak sampai malam. Sementara warung internet di kantor Telkom tutup di hari Minggu. Di alun-alun kota atau lapangan sepak bola di Waikabubak tersedia Wifi gratis yang difasilitasi pemerintah setempat. Namun sinyalnya lemah.

Sementara untuk telepon genggam, hanya ada satu operator di Sumba Barat yaitu Telkomsel. Sinyal untuk koneksi internet meplalui telepon genggam tidak terlalu baik. Banyak titik di Sumba Barat juga masih blank spot alias titik tanpa sinyal telepon genggam.

Listrik. Sebagian besar Sumba Barat sudah dialiri listrik. Namun pasokan listrik di Pulau Sumba masih kecil. Jadi tak perlu heran jika mati lampu sering terjadi. Beberapa tempat seperti hotel memiliki genset yang akan nyala di saat mati lampu.

Malaria dan Rumah Sakit. Salah satu saran mengenai kesehatan saat mengunjungi Pulau Sumba maupun daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur adalah minum pil kina sebelum datang ke daerah-daerah ini.

Malaria masih ada di Sumba Barat, walau kasus malaria yang terjadi tidak sebanyak dulu. Sebaiknya sediakan lotion anti nyamuk dan sering-seringlah oleskan ke tubuh. Rumah sakit terdapat di Waikabubak, depan alun-alun kota.

Obyek wisata. Sumba Barat cocok untuk wisata budaya. Anda bisa mampir ke desa adat yang memang menjadi daya tarik wisata di kabupaten ini. Seperti Kampung Tarung, Kampung Waigali, dan Kampung Ubeli.

Selain Festival Pasola, ada juga ritual budaya lainnya yang patut Anda lihat. Misalnya pada Wulla Poddu di bulan Oktober atau November, ada banyak ritual adat yang berlangsung di kampung-kampung adat.

Selain itu, obyek wisata lainnya adalah situs-situs megalitik dan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Wisata pantai juga menjadi andalan Sumba, terutama untuk penggemar selancar. Sumba memiliki beberapa pantai yang cantik, seperti pantai Binatu, pantai Pahar, pantai Ngadu Bolu, dan lainnya. Akses menuju beberapa pantai sudah bagus. Namun, fasilitas di pantai minim.


© 2012 KOMPAS.com - All rights reserved